Fayakhun Jelaskan Pengertian Konversi Agama


Fayakhun menyebut bahwa dalam kenyataan sehari-hari, banyak orang yang merasakan kegoncangan jiwa pada usia dewasa. Bahkan perubahan-perubahan kepercayaan dan keyakinan kadang-kadang masih terjadi. Keadaan dan kejadian-kejadian itu, sangat menarik perhatian ahli agama, sehingga mereka berusaha terus-menerus mengajak orang, untuk beriman kepada Tuhan dan berusaha memberikan pengertian-pengertian tentang agama.
Dari segi ilmu jiwa agama, lanjut Fayakhun, dapat dikatakan bahwa perubahan keyakinan atau perubahan jiwa agama pada orang dewasa bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan saja, dan tidak pula merupakan pertumbuhan yang wajar, akan tetapi adalah suatu kejadian yang didahului oleh berbagai proses dan kondisi yang dapact diteliti dan dipelajari. Perkembangan jiwa agama pada masa dewasa yang terpenting ialah yang dinamakan “Konversi Agama”.
Fayakhun mengutip pendapat para tokoh yang menjelaskan bahwa konversi secara etimologi berasal dari kata lain “Conversio” yang berarti tobat, pindah, dan berubah (agama). Selanjutnya, kata tersebut dipakai dalam kata Inggris Conversion yang mengandung pengertian : berubah dari suatu keadaan atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state, or from one religion, to another).
Sedang menurut terminologi, para ahli psikologi berbeda-beda di dalam mendefinisikannya. Fayakhun mengutip Max Heirich yang mengatakan bahwa konversi agama adalah suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah ke suatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya.      
Walter Houston Clark dalam bukunya, The Psychology of Religion, memberikan definisi konversi agama, yaitu sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap terhadap agama dan tindak agama. Lebih jelas dan lebih tegas lagi, konversi agama menunjukkan bahwa suatu perubahan emosi yang tiba-tiba ke arah mendapat hidayah Allah secara mendadak, telah terjadi, yang mungkin saja sangat mendalam atau dangkal. Dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur.
Dari uraian diatas, Fayakhun menyimpulkan bahwa adanya perubahan arah pandangan dan keyakinan seseorang terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya. Perubahan yang terjadi dipengaruhi kondisi kejiwaan sehingga perubahan dapat terjadi secara berproses atau secara mendadak. Perubahan tersebut bukan hanya berlaku bagi perpindahan kepercayaan dari suatu agama ke agama lain, tetapi juga termasuk perubahan pandangan terhadap agama yang dianutnya sendiri. Selain faktor kejiwaan dan kondisi lingkungan maka perubahan itu pun disebabkan faktor petunjuk dari Yang Maha Kuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fayakhun Bakamla, Kaya Tapi Sederhana

Kesempatan Pasar Menurut Fayakhun Andriadi