Fayakhun Andriadi: Penuhi Human Security Warga Jakarta IV
Hal yang paling penting di antara perdebatan tentu saja adalah
selesainya RUU BPJS tersebut sehingga dapat dijadikan payung hukum dalam
memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat. Ini tentu saja
tugas bagi anggota DPR RI. Dengan begitu, persoalan yang krusial terutama dalam
menyediakan asuransi dan bantuan sosial bagi warga miskin ibukota Jakarta yang
sifatnya langsung dan menyeluruh dapat teratasi segera.
Menyangkut persoalan ketiga, skema perlindungan dan jaminan sosial
yang ada masih terbatas, yang tidak sebanding dengan risiko kerja yang
ditanggung para buruh. Karenanya menurut hasil penelitian SMERU, angka peserta
Jamsostek di Indonesia mengalami penurunan sangat drastis bila dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2008 saja, misalnya, turun mencapai 47 persen
dari empat tahun kebelakang. Hal ini disebabkan di antaranya karena tidak
komprehensif dalam memenuhi tunjangan sosial bagi para buruh.
Menunggu Godot
Hingga kini, kata FayakhunAndriadi masyarakat Ibukota Jakarta masih dihantui oleh bencana baik dalam
bentuknya sosial atau alam yang seringnya sulit diprediksikan. Sementara pada
saat yang sama pemerintah sebagai penanggung jawab utama human security bagi
warganya, terutama bagi warga miskin kota, belum juga memperlihatkan komitmen
dan keseriusannya. Masyarakat miskin kota seperti tak ubahnya tengah menunggu
godot yang tak tahu kapan datangnya.
Sambil kita menunggu keseriusan dan komitmen itu hadir dari Pemkot
kita, dalam pelaksanaannya sistem perlindungan dan jaminan sosial yang merata dan
berkeadilan harus memperhatikan berbagai aspeknya. Pertama, dari segi politik.
Kenyataan inilah yang paling terdepan dalam menentukan cetak biru (blue print)
arah kebijakan pemberian perlindungan dan jaminan sosial bagi warga ibukota
Jakarta. Masih banyaknya PR yang harus dikerjakan seperti penguatan jalur
koordinasi dan integrasi di antara berbagai pemangku kepentingan serta sejumlah
peraturan perundang-undangan yang masih belum selesai, diharapkan segera
selesai. Dalam kaitan ini, political will dari Pemkot Jakarta harus lebih tegas
dan kuat sehingga jangan mudah dicampuri oleh kepentingan politik pragmatis
sesaat yang cenderung melanggengkan politik pembiaran itu.
Kedua, dari segi pendanaan. Jakarta merupakan provinsi dengan
anggaran belanja daerah yang sangat besar. Tidak seberapa bila sebagian atau
berapa persennya dari anggaran yang besar itu dialokasikan untuk jaminan atau
bantuan sosial bagi masyarakat miskin kota. Hal yang demikian ini hanya
membutuhkan politik keberpihakan pemerintah saja kepada masyarakat.
Ketiga, daya jangkau jaminan dan bantuan sosial. Bila selama ini
jaminan sosial itu kurang komprehensif terhadap kebutuhan yang ditanggung, maka
penting ke depan memperhatikan universal coverage (cakupan menyeluruh) terhadap
berbagai kebutuhan masyarakat miskin. Cakupan itu bukan hanya melibatkan
masyarakat miskin yang banyak bekerja di sektor informal melainkan juga cakupan
manfaat yang didapat dari kepesertaan asuransi dan bantuan sosial itu dapat
dirasakan lebih luas.
Kepada Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta, kami warga Jakarta,
meminta hak kami, wujudkanlah Human Security bagi warga Jakarta! Tegas Fayakhun Andriadi.
Komentar
Posting Komentar